cbox

Open Cbox

Minggu, 02 Oktober 2011

Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah

Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe…

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)

Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”


“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”


“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”


Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

SO SEMUANYA …. WASPADAI ARUS GOMBALISASI!!!

(Afwan jiddan jika ada yang tersinggung…!!!! Just intermezzo… ^__^)

glosarium biologi


1.     Absorbsi : Peresapan, penyerapan.
2.     Adaptasi : Proses penyesuaian diri pada makhluk hidup dengan lingkungan atau dengan cara hidupnya sehingga dapat terus mempertahankan kehadirannya.
3.     Adrenalin, epinefrin : sejenis hormon yang disekresikan oleh sumsum ginjal yang berpran dalam meningkatkan tekanan darah.
4.     Aerob : sifat dalam hidup, berkembang, dan berlangsung dalam lingkungan yang mengandung oksigen bebas.
5.     Aglutinin : Antibodi dalam plasma darah yang dapat menyebabkan penggumpalan sel-sel darah merah yang tipe aglutinogennya berlawanan.
6.     Akar tunggang : akar yang mudah tumbuh dari batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang agar tidak roboh.
7.     Akomodasi : suatu daya penyesuaian lensa mata akibat kontraksi dan pelemasan otot penegang lensa mata.
8.     Akson : tonjolan sel saraf yang menghantarkan impuls dari badan sel saraf menuju sel saraf lain.
9.     Alat gerak aktif : jaringan otot yang dapat menggerakan tulang atau kulit tempat melekatnya.
10.      Albino : organisme (mahkluk hidup, terutama manusia dan binatang) yang memperlihatkan kekurangan pigmen, umumnya di tandai dengan ke-bule-an.
11.      Albumin : Protein serum darah yang berperan memelihara tekanan osmosis darah.
12.      Alga : tumbuhan berklorofil yang ukurannya dari beberapa micron sampai bermeter-meter, dan hidupnya bergantung pada gerakan air di dalam air tawar atau air laut.
13.      Amfibi : binatang berdarah dingin yang dapat hidup di air dan di darat, misalnya katak.
14.      Amilase : enzim yang berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa.
15.      Amilum: zat tepung, sejenis karbohidrat dengan rantai panjang.
16.      Amonifikasi : Proses pembentukan ammonium yang berasal dari bahan organic karena aktivitas mikroorganisme.
17.      Amuba : binatang bersel satu tanpa bentuk tetap yang menyerupai lender bergerak, memiliki sifat kehidupan seperti pertumbuhan dan pembiakan, serta mempunyai metabolisme gaya gerak.
18.      Anaerob, suatu kondisi yang tidak memerlukan udara atau oksigen bebas.
19.      Anatomi : Ilmu yang mempelajari struktur sel dan jaringan dalam tubuh makhluk hidup.
20.      Anorganik : mengenai atau terdiri atas benda-benda selain manusia,tumbuh-tumbuhan dan hewan.
21.      Antibiotik : zat kimia dengan bahan kadar rendah yang sudah mempunyai kemamapuan untuk menghambat kehidupan atau menghancurkan bakteri atau mikroorganisme.
22.      antigen : zat yang dapat merangsang pembentukan antibody jika diinjeksikan ke dalam darah.
23.      antioksida : zat yang mempunyai kemampuan untuk memperlambat timbulnya bau apek atau tengik.
24.      antitoksin : zat yang di hasilkan tubuh yang bergabung dengan toksin yang di hasilkan bakteri yang menyebabkan toksin itu tidak berbahaya.
25.      Aorta, pembuluh nadi paling besar keluar dari bilik jantung.
26.      Aplasia : perkembangan yang kurang sempurna pada jaringan, alat atau organ.
27.      Apogami : Perkembangan embrio atau sporofit langsung dari gametofit.
28.      Aporogami : Pembuahan yang tabung serbuk sarinya tidak melalui mikrofil.
29.      Apotesium : Tubuh buah atau askokarp yang berbentuk piringan terbuka atau seperti cangkir pada jamur Ascomycetes tertentu.
30.      Archaebakteria : Kelompok bakteri pengahsil gas metan dari sumber karbon yang sederhana.
31.      Arkegonium : alat kelamin betina pada lumut, pakis dan sejenisnya.
32.      Arteri : pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian badan yang juga di sebut nadi.
33.      Arus transpirasi, aliran cairan dalam sel-sel pembuluh kayu akibat penguapan air dari daun.
34.      Asam absisat, sejenis senyawa yang mempengaruhi gugurnya daun pada tangkainya.
35.      Asam amino, senyawa-senyawa penyusun protein.
36.      Aspergillus , Jamur yang biasa tumbuh pada roti, kulit jeruk yang membusuk dan nasi.
37.      Aspergillus flavus , Jamur yang biasa hidup pad kacang tanah yang membusuk.
38.      Atrium , Serambi jantung.
39.      Auksin, zat tumbuh, istilah umum untuk hormone pertumbuhan pada tumbuhan.
40.      Autopsy : pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian.
41.      Autotrof : organisme yang membentuk makanannya dari bahan-bahan organik, seperti menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi.
42.      Avertebrata : Golongan hewan yang tak bertulang belakang.
43.      Aves : bangsa burung.
44.      Badan malpighi , Bagian dari ginjal yang berfungsi sebagai penyaring.
45.      Badan sel : bagian utama sel yang mengandung inti, seperti pada neuron, tidak termasuk tonjolan sel berupa dendrite atau neurit.
46.      Bakteri : organisme renik, uniseluler, prokariot, dan berkembang biak dengan cara membelah diri.
47.      Bakteri autotrof : bakteri yang dapat mensitesis makanannya sendiri.
48.      Bakteri hetrotof : bakteri yang makanannya berupa senyawa organic dari organisme lain.
49.      Bakteri intracellular : bakteri yang hidup sebagai parasit di bagian dalam sel, seperti TBC.
50.      Basidiomycetes , Jamur yang menghasilkan basidiospora sebagai alatberkembang biak.
51.      Batu empedu : batu yang mengandung banyak kolestrol, yang di sebabkan karena metabolisme di dalam hati mengalami gangguan.
52.      Batu ginjal : batu dari endapan asam amino sistein karena metabolisme di dalam tubuh terganggu.
53.      Berdarah dingin : memiliki jenis darah yang memungkinkan dapat hidup di darat dan di air.
54.      Berkas pengangkut, berkas atau ikatan pembuluh yang terdiri atas xylem dan floem.
55.      Bilik jantung, ruang jantung yang menampung darah yang berasal dari serambi jantung.
56.      Binokuler : satu system penglihatan pada dua mata.
57.      Bintik buta , Tempat keluar saraf mata pada retina.
58.      Biologi : Ilmu yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup, hewan, tumbuhan, dan jasad renik, masing-masing dikenal sebagai zoology, botani, dan mikrobiologi.
59.      Bioma : Ekosistem darat dalam skala luas yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan.
60.      Biomassa : Berat kering dari bahan organic yang tersimpam atau berat kering tubuh organic.
61.      Biosfer : tingkatan paling tinggi dala organisasi kehidupan, meliputi smua bagian kulit bumi, air dan atmosfer tempat adanya kehidupan.
62.      Biotic : mahkluk hidup yang menyangkut manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan  baik yang makro maupun mikro serta proses-prosesnya.
63.      Bronkiol, cabang dari bronkus berupa saluran kecil.
64.      Bronkitis : penyakit radang tenggorokan.
65.      Bronkus, cabang tenggorokan.
66.      Bryophita : lumut, tumbuhan hijau, atau kuning kecil-kecil yang tumbuh banyak dan berkelompok membentuk bantalan, yang hidup di tanah atau tembuk yang lembab.
67.      Buluh malpighi , Bentuk ginjal serangga.
68.      Cagar alam : daerah yang kelestarian tumbuh-tumbuhan dan binatang yang di dalamnya di lindungi undang-undang dari bahaya kepunahan.
69.      Cairan otak : cairan yang terdapat dalam keempat ventrikel otak, di ruang subraknoid dan dalam kanalis sentralis sumsum tulang belakang.
70.      Calcitonin : hormone tiroid yang berfungsi untuk mengontrol kadar Ca dalam darah.
71.      Cephaloda : Kelas moluska yang meliputi ikan gurita dan cumi-cumi, kepalanya berkembang sangat sempurna dengan mahkota terdiri atas tentakel-tentakel yang selalu bergerak.
72.      Dendrite, Cabang-cabang dendron.
73.      Dendron, Tonjolan sel saraf yang meneruskan impuls menuju badan sel saraf.
74.      denitrifikasi : proses pemecahan nitrat menjadi gas N2 kembali oleh bakteri thiobacillus denitrificans.
75.      Dentin, Bahan pembentuk tulang gigi.
76.      Dermis, Kulit bagian dalam tempat terdapatnya ujung sel saraf dan pembuluh darah.
77.      Diafragma, Sekat antara rongga dada dan rongga perut.
78.      Dna : materi penyimpan informasi genetic yang berbentuk melingkar.
79.      Duodenum, usus 12 jari, Bagian depan dari usus halus.
E
80.      Echinodermata, yang berfungsi untuk mengatur pergerakan kaki ambulakral.
81.      Ekologi : Cabang ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik anatara makhluk hidup dan lingkungannya; Termasuk didalamnya perkembangan komunitas, interaksi antarjenis dan antarmakhluk, penyebaran geografis, dan perubahan susunan peralihan populasi.
82.      Ekosistem : interaksi antara seluruh komunitas beserta lingkungan fisik tempat makhluk hidup melangsungkan kehidupannya
83.      Ekskresi : pengeluaran senyawa kimia yang tidak berguan bagi tubuh, jika terdapat dalam tubuh, akan bersifat racun.
84.      Eksospora : Spora aseksual yang terbentuk karena pemisahan bagian ujung sel induk; Proses pemisahan tersebut disebut abstriksi; Dijumpai pada Phycomycetes.
85.      Email , Lapisan gigi paling luar yang berfungsi melindungi gigi.
86.      Endokrin, kelenjar buntu, Kelenjar yang mensekresikan hormone.
87.      Endospora : Lapisan tipis dinding spora yang terletak paling dalam dan umumnya terbentuk paling akhir dalam sporogenesis.
88.      Enzim, Suatu katalis biologi yang tersusun atas protein.
89.      Epidermis, kulit ari, Lapisan kulit yang paling luar.
90.      Epiglotis, Katup panggal tenggorok.
91.      Estrogen, Istilah umum untuk hormone kelamin betina yang m           empengaruhi tanda-tanda kelamin sekunder.
92.      Evolusi : Proses perubahan pada makhluk secara bertahap oleh pengaruh alami sehingga terbentuk organ/bentuk baru yang berbeda dari bentuk semula atau menghasilkan makhluk hidup jenis baru.
F
93.      Fibrin , Benang-benang halus yang menutup luka.
94.      Flagela : Alat perenang berbentuk pecut yang terdapat pada jasad renik dan spora kembara.
95.      Floem , Bagian dari berkas pembuluh yang tersusun atas sel-sel pembuluh tapis, sel-sel pengiring, dan sel-sel parenkium floem.
96.      Fotoautotrof : Sifat makhluk hidup yang menggunakan cahaya sebagai sumber energy dan CO2 sebagai sumber karbon untuk membentuk cadangan makanan.
97.      Fruktosa , Gula pada buah-buahan dan madu.
98.      Galaktosa , Gula sederhana yang mengandung 6 atom C fungsi utama dalam hal unit structural.
99.      Ganglion, Badan sel saraf diluar system saraf pusat.
100. Gastrodermis : Sel –sel yang melapisi gastrosol pada Coelenterata.
101. Gastrosol :Rongga tubuh Coelenterata yang berfungsi untuk pencernaan.
102. Gen : materi yang mengendalikan sifat atau karakter makhluk hidup.
103. Getah lambung, Cairan yang dihasilkan oleh bagian tengah lambung terdiri atas air, lendi, HCl, rennin, dan pepsinogen.
104. Getah pankreas, Cairan yang dihasilkan oleh pancreas mengandung enzim tripsinogen, amilase, dan lipase.
105. Getah usus, Cairan yang dikeluarkan oleh usus yang mengandung lender dan berbagai macam enzim-enzim pencernaan.
106. glikoprotein yang dikenal dengan tipe A dan B; dipakai sebagai dasar untuk penggolongan darah pada manusia.
107. Glomerulus , Bagian dari badan malpighi yang berupa anyaman pembuluh kapiler darah.
108. Gutasi , Keluarnya air dalam bentuk tetesan pada tepi daun akibat kelembapan yang tinggi.
109. Hemoglobin , Protein sel darah merah yang memungkinkan darah mengangkut oksigen.
110. Hermafrodit : Hewan dengan organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium) terdapat pada satu makhluk hidup.
111. Heterospora :Tumbuhan yang menghasilkan dua jenis spora yang ukurannya tidak sama.
112. Heterotrof : Organisme yang memperoleh makanannya berupa senyawa organic dari organisme lain.
113. Hifa : Sel memanjang berbentuk benang pada jamur.
114. Hirudin : Zat anti pembekuan darah yang disekresikan oleh lintah dan pacet.
115. Hormone , Suatu zat kimia yang dihasilkan oleh satu sel atau kelompok sel tak bersaluran atau buntu.
116. Hubungan sela, Salah satu hubungan dua tulang atau lebih yang sam sekali tidak dapat digerakan.
117. Impuls , Rangsang yang dapat menjalar di dalam tubuh melalui sel saraf
118. Imunisasi : Upaya untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
119. Individu : kombinasi dari system-sistem organ yang bekerja bersama-sama dalam melakukan kegiatan kehidupan.
120. Iris, selaput pelangi, Bagian bola mata yang berwarna disekeliling pupil/lubang orang-orangan mata.
121. Iritabilitas : kemampuan mahkluk hidup untuk menerima rangsangan dan mengadakan respon tewrhadap rangsangan tersebut.
122. Jantung pembuluh, Jantung yang bentuknya berupa pembuluh yang bergelembung-gelembung pada serangga.
123. Jaringan : Kumpulan sel-sel yang serupa dan memiliki fungsi yang khusus.
124. Jaring-jaring makanan : hubungan makan dan di makan yang sangat kompleks, saling berkaitan dan bercabang dalam satu ekosistem.
125. Jejunum, usus kosong, Bagian tengah dari usus halus
126. Kapsid : lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun dari protein.
127. Kapsomer : Molekul protein yang menyusun kapsid.
128. Kardiak , Lambung bagaian atas.
129. Kemoautotrof : Organisme yang menggunakan energy kimia untuk mensintetis makanannya.
130. Kifosis , Suatu kelainan sikap tubuh yang ditandai dangan terlalu. melengkungnya tulang punggung disekitar dada.
131. Kim , Makanan yang telah teraduk dalam lambung yang bentuknya menyeruoai bubur.
132. Klasifikasi : Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan diri.
133. Kloroplas : Organel yang mengandung pigmen klorofil untuk fotosintesis.
134. Klorosom : Struktur yang mengandung pigmen klorofil untuk proses fotosintesis yang berada tepat dibawah membran plasma pada bakteri.
135. Knidosit : Sel penyengat yang terdapat pada tentakel Coelenterata.
136. Koanosit : Sel yang melapisi spongosol pada Porifera.
137. Kohlea , Bagian teelinga dalam yang berbentuk rumah siput tempat terdapatnya organ korti.
138. Komensalisme : Kehidupan bersama dua spesies, satu spesies diuntungkan sedangkan spesies lain tidak diuntungkan, juga tidak dirugikan.
139. Kompetisi interspesifik : Kompetisi antar populasi pada suatu wilayah yang memiliki kebutuhan hidup yang sama.
140. Komunitas : sekumpulan populasi dari berbagai jenis makhluk hidup yang hidup bersama dalam suatu lokasi dan jangka waktu tertentu.
141. Konidiospora : Spora aseksual yang dihasilkan di ujung konidiofor pada Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota.
142. Konjugasi bakteri : Perpindahan materi genetic melalui kontak langsung berupa jembatan antara dua sel bakteri.
143. Konjungtiva , Selaput lendir yang melingkupi bola mata dan melpisi kelopak mata.
144. Konsumen : Organisme yang tidak mampu menyusun senyawa organic atau membuat makanannya sendiri.
145. Kornea, selaput bening, Bagian bening mata, bagian terluar dan depan bola mata.
146. Korteks , Kulit ginjal.
147. Kunci dikotom : Kunci identifikasi yang beraturan berdasarkan dua alternative (biner).
148. Kuncup pengecap, Kumpulan reseptor terhadap zat kimia terlarut pada permukaan atas lidah, berfungsi mengecap rasa.
149. Lambung pengunyah, Lambung yang dindingnya mengandung otot-otot yang kuat untuk menghancurkan makanan.
150. Lapisan koroid , Lapisan yang kaya akan pembuluh darah dalam bola mata, terletak diantara sclera dan retina.
151. Lapisan malpighi, Bagian kulit ari yang terletak dibawah lapisan tanduk dan merupakan lapisan hidup.
152. Laring , Pangkal tenggorokan.
153. Leukonoid : Tipe saluran air yang paling rumit dari Porifera.
154. Leukosit, Sel darah putih.
155. Ligament , Jaringan ikat yang fibrus putidh dan lentur, kadang-kadang membungkus permukaan tulan pada persendian.
156. Limfa , Getah bening.
157. Limpa (kura), Organ tempat merombak sel-sel darah merahyang telah tua atau rusak.
158. Lipase , Enzim yang berfungsi mengubah lemak menjadi asm lemak dan gliserol.
159. Lisogenik : Siklus reproduksi virus dengan sel inang yang tidak segera pecah tetapi mengalami masa laten.
160. Litik : Siklus reproduksi virus yang menyebabkan sel inang pecah dengan cepat.
161. Lobus olfaktorius , Lobus pencium.
162. Lobus optikul, Lobus penglihat.
163. Lordosis , Salah satu sikap duduk yang menyimpang.
164. Makrofil : Daun-daun pada tumbuhan paku yang berukuran relative besar.
165. Materi kelabu, Bagian dari system sarf pusat yang terdiri atas badan sel saraf, dendrite, dan akson yang tidak dibungkus selaput.
166. Materi putih, Bagian dari system sarf pusat yang terdiri atas serabut-serabut akson yang berpembungkus dari lemak sehingga tampak putih
167. Megaspora : Spora berukuran besar (spora betina).
168. Megasporangium : Sporangium (kotak spora) yang menghasilkan makrospora.
169. Megasporofil : Sporofil yang mengandung megasporangium.
170. Membrane dasar, Salah satu membrane dalam alat korti, tempat terdapatnya ujung saraf pendengar.
171. Membrane sendi, Selaput pembungkus sendi.
172. Membrane timpani, gendang telinga, Selaput tipis pembatas/penghubung antar telinga luar dan telinga tengah.
173. Merozoit : Bentuk plasmodium yang menyerang sel darah merah manusia.
174. Mesoderm : Lapisan sel diantara ectoderm dan endoderm.
175. Mesofil , Daging daun, bagian tengah helai daun, terdiri atas jaringan bunga karang, jaringan pagar, dan berkas pembuluh.
176. Mesoglea : Lapisan bukan sel, yaitu berupa gelatin yang terdapat diantara ectoderm dan mesoderm.
177. Metamorfosis : Perubahan ukuran dan bentuk tubuh Insecta saat berkembang dari muda menjadi dewasa.
178. Mikoriza : Jamur dan akar tumbuhan tingkat tinggi yang hidup bersama dan saling menguntungkan.
179. Mikrosporangium : Sporangium yang menghasilkan mikrospora.
180. Monera : organisme mikroskopis ber sel satu yang bersifat prokariotik.
181. Nefrotor : Pori pada permukaan tubuh, tempat keluarnya kotoran.
182. Neurilemma , Penutup selaput myelin dari akson saraf tepi.
183. Nitrifikasi : proses pengubahan ammonia menjadi ion nitrit oleh bakteri nitrosomonas.
184. Nodus Ranvier , Cekungan pada akson.
185. Nukleoid : darah inti pada sitoplasma organism prokariot.
186. Nukleokapsid : Gabungan antara asam nukleat dan selubung protein pada virus.
187. Omasum , Perut kitab hewan memamah biak.
188. Organ : kumpulan berbagai jaringan yang melakukan suatu fungsi tertentu.
189. Ostium , Lubang kecil pada jantung pembuluh tempat masuknya darah ke dalam jantung.
190. Ovum : Sel kelamin betina.
191. Palisade , Jaringan tengah dari daun (=daging daun) yang tersusun atas sel-sel berkloroplas bentuk tiang berdampingan menyerupai pagar.
192. Palpus : Sensor yang terdapat pada daerah kepala Polychaeta.
193. Pankreas , Kelenjar yang menghasilkan getah pancreas.
194. Parapodia : Alat gerak yang terdapat pada segmen tubuh Polychaeta.
195. Parasit : Organisme yang hidup menumpang pada organism lain dan mengambil makanan dari orgnisme yang ditumpangi (inang).
196. Parasitisme : Kehidupan bersama dua spesies, satu spesies diuntungkan, sementara spesies lain dirugikan.
197. Parazoa : Metazoa yang tidak memiliki jaringan.
198. Partenogenesis : Perkembangan individu tanpa melalui fertilisasi.
199. Pelikel : Protein yang membungkus Euglenoid sehingga sel bersifat lentur.
200. Pelvis , Rongga ginjal.
201. Pencernaan intrasel , Pencernaan yang terjadi didalam sel, misalnya pencernaan pada ameba.
202. Pencernaan scr mekanik, Pengubahan makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
203. Pencernaan secara kimia, Pengubahan makanan dengan bantuan enzim pencenaan.
204. Pengangkutan ekstrafasikuler , Pengangkutan diluar berkas pembuluh.
205. Pengangkutan intrafasilkuler, Pengangkutan didalam berkas pembuluh.
206. Penyerbukan : Menempelnya serbuk sari pada kepala putik.
207. Pepsin , Enzim yang berfungsi mengubah protein menjadi peptone.
208. Pepsinogen , Enzim yang belum aktif yang akan menjadi pepsin .
209. Peptidoglikan : Gabungan protein dan polisakarida yang menyusun dinding sel Eubacteria.
210. Peredaran darah besar, Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh kembali ke jantung.
211. Peredaran darah ganda, Dalam satu peredaran darah lengkap, darah melalui jantung sebanyak dua kali.
212. Peredaran darah kecil , Peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung.
213. Peredaran darah terbuka, Darah mengalir ke seluruh tubuh tidak melalui pembuluh darah.
214. Peredaran darah tertutup, Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
215. Peredaran darah tunggal, Dalam satu peredaran darah lengkap, darah hanya satu kali melalui jantung.
216. Pernapasan dada, Mengembangnya rongga dada yang disebabkan berkontraksinya otot-otot rusuk.
217. Pernapasan perut, Mengembangnya rongga dada yang disebabkan berkontraksinya diafragma.
218. Pernapasan sel, Oksidasi makanan yang terjadi di dalam sel
219. Persendian , Hubungan dua tulang atau lebih yang melibatkan gerakan
220. Pilus : Rambut halus yang menonjol dari dinding sel bakteri yang berfungsi sebagai penghubung saat bakteri melakukan konjugasi dan sebagai pelekat antar-sel bakteri.
221. Piramida biomassa : Tingkatan trofik yang menunjukkan berat kering dari seluruh organisme di tingkat trofik tersebut pada suatu waktu.
222. Piramida ekologi : Struktur trofik suatu ekosistem.
223. Piramida energy : Tingkatan trofik yang menunjukkan energy dari seluruh organism di tingkat trofik tertentu pada suatu waktu.
224. Piramida jumlah : Jumlah individu pada setiap tingkat trofik.
225. Plasma darah , Cairan darah, bagian darah yang bening kekuning-kuningan, dapat membeku.
226. Plasma nutfah : Sifat pada hewan dan tumbuhan yang diwariskan.
227. Plasmid : DNA ekstra kromosom pada sel bakteri yang dapat menggabungkan atau memisahkan diri dengan kromosom.
228. Pleura , Selaput paru-paru.
229. Populasi : sekelompok individu dari makhluk hidup sejenis yyang hidup pada suatu lokasi tertentu dalam jangka waktu tertentu.
230. Predasi : interaksi yang hubungannya adalah satu organisme memangsa organisme lain.
231. Predator : Organisme yang memakan organisme lain.
232. Produktivitas ekosistem : Pemasukan dan penyimpanan energy dalam suatu ekosistem.
233. Produktivitas primer : Kecepatan mengubah energy cahaya matahari menjadi energy kimia dalam bentuk bahan organic, yang dilakukan oleh orgaisme autotrof.
234. Produktivitas sekunder : Kecepatan energy kimia mengubah bahan organic menjadi simpanan energy kimia baru, oleh organism heterotrof.
235. Produsen : Organisme yang menyusun senyawa organik atau membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari.
236. Prokariot : Organisme hidup yang tidak memiliki membrane inti.
237. Protonema : Rangkaian sel berbentuk benang hasil dari perkecambahan spora pada lumut.
238. Pulpa , Rongga gigi yang mengadung pembuluh darh dan saraf.
239. Pupil, org-orangan mata, Lubang yang dikelilingi oleh iris atau selaput pelangi.
240. Radula : Lidah bergerigi yang melengkung ke belakang, terdapat pada Mollusca.
241. Rantai makanan : Jalur makanan dan dimakan dari organisme pada suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya membentuk urutan dan arah tertentu.
242. Regenerasi : Kemampuan menumbuhkan bagian tubuh yang lepas atau terpisah menjadi individu baru yang lengkap.
243. Reproduksi : suatu proses pembiakan atau perbanyakan untuk menghasilkan keturunan baru.
244. Respirasi : proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi.
245. Retina, selaput jala, Slpt terdlm bola mta t4 terdptnya ujng-ujng saraf penglihat sebagai reseptor cahaya.
246. Ribosom : Organel yang terdapat pada sitoplasma dan berfungsi dalam sintesis protein.
247. Saluran eustachius , Saluran penghubung rongga teling tengah dengan rongga hidung, berfungsi menyeimbangkan tekanan pada gendang telinga (membrane timpani).
248. Saprofit : Organisme yang memperoleh makanan dari sisa-sisa organism atau produk organism lain.
249. Saraf simpatis , Saraf otonom yang biasanya memacu aktifitas fisiologi tubuh, seperti memacu gerakan jantung dan penapasan.
250. Sel Schwan , Sel pembungkus akson sel saraf.
251. Selaput plasma, Selaput tipis sekeliling permukaan sel yang mengatur keluar. dan masuknya zat dari dan ke dalam sel.
252. Seludang myelin , Pembungkus akson saraf yang berperan sebagai isolator.
253. Simbiosis : Hidup bersama antara dua jenis organisme yang berbeda.
254. Simbiosis komensialisme : hubungan antar mahkluk hidup, salah satu mendapat untung dan yangf lain tidak di rugikan.
255. Simbiosis mutualisme : hubungan antarmahkluk hidup yang saling menguntungkan.
256. Simbiosis netral : interaksi antarindividu yang keduanya tidak saling di rugikan maupun di untungkan.
257. Simbiosis paratisme : hubungan antara mahkluk hidup, salah satu di rugikan dan yang lain mendapat keuntungan.
258. Sinapsis , Hubungan sel-sel saraf dengan jarak.
259. Sintesis : penyusunan senyawa kimia dalam tubuh yang berfungsi dalam proses pe nyusunan sel-sel tubuh, memelihara kelangsungan hidup, dan mempertahankan kondisi tubuh saat berinteraksi dengan  lingkungan.
260. Sistem ambulakral : Sistem saluran air dalam rongga tubuh
261. Sistem rangka hidrostatik : Bentuk tubuh (misalnya pada lintah) yang dipertahankan oleh tekanan dari cairan di dalam tubuhnya.
262. Sitokinin , Kelompok hormone tumbuhan yang menghasilkan respons perkembangan dan pertumbuhan tertentu dari tumbuhan, terutama pada pembelahan sel.
263. Sporangiofor : Hifa yang tumbuh menjulang yang berfungsi mendukung sporangium.
264. Sporangium : Kotak spora yang menghasilkan spora.
265. Sporofit : Generasi tumbuhan yang menghasilkan spora.
266. Sporongonium : Sporofit yang memiliki sporangium.
267. Sporozoit : Bentuk Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
268. Sporus : Kumpulan sporangium yang terdapat pada sporofil.
269. Struktur trofik : Peristiwa makan dan dimakan antar-organisme dalam suatu ekosistem, yang terdiri dari tingkat-tingkat trofik.
270. Sukrase , Enzim yang mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
271. Suksesi : proses perubahan atau pergantian suatu spesies dominant pada satu komunitas yang di sebabkan adanya kerusakan pada komunitas awal dalam jangka waktu yang panjang.
272. System Havers , System tulang kompak/keras yang tersusun berlapis-lapis dari sel-sel tulang mengelilingi satu saluran.
273. System trakea , System pernapasan pada serangga.
274. Taksis , Kecendrungan mahluk untuk bergerak kea rah sumber rangsang atau menjauhinya.
275. Takson : Tingkatan dalam suatu system klasifikasi.
276. Taksonomi : Cabang biologi yang mempelajariklasifikasi makhluk hidup.
277. Tendon, Bagian ujung otot lurik yang memungkinkan otot melekat pada dan menarik tulang untuk pergerakan.
278. Tentakel , Tangan hewan berongga yang digunakan sebagai alat garak sekaligus alat penangkap mangsa.
279. Tentakel : Lengan yang berfungsi untuk menangkap mangsa yang terdapat di sekitar mulut Coelenterata.
280. Tingkat takson : jenjang kelompok yang di bentuk pada proses klasifikasi.
281. Tiroksin , Hormone yg dihasilkan kelenjar tiroid, brpran dlm mtabolisme dgn bahan dsr iodine.
282. Trakea, Batang tenggorokan; sel pembuluh kayu pada tumbuhan berbiji tertutup.
283. Transduksi : Pemindahan materi genetiksatu sel bakteri ke bakteri lainnya dengan perantar organism lain,yaitu bakteriofage (virus bakteri).
284. Transformasi : Masuknya DNA telanjang ke dalam sel dan mengubah sifat sel.
285. Transpirasi : Penguapan air yang terjadi pada tumbuhan.
286. Tripsin , Enzim yang berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
287. Tripsinogen , Enzim yang belum aktif yang akan menjadi tripsin.
288. Trombin , Enzim yang berfungsi mengubah fibrinogen menjadi fibrin jika terjadi luka.
289. Tulang kompak, Tulang keras yang menjadi bagian luar tulang pipa dan tulang pendek.
290. Tulang pipa, Bentuk tulang yang panjang dan kedua ujungnya berbonggol.
291. Tulang pipih , Bentuk tulang yang pipih dan berisi sumsum tulang merah.
292. Udara suplementer , Udara yang masih bisa dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi biasa.
293. Udara tidal , Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu pernapasan biasa.
294. Ureter , Saluran ginjal dari rongga ginjal ke kandung kemih.
295. Vaksin : Suatu zat yang mengandung mikroorganisme yang dilemahkan dengan tujuan merangsang pembentukan zat kekebalan di dalam tubuh penerima vaksin.
296. Vena cava : Pembuluh balik besar (inferior=bawah ; superior=atas).
297. Vena pulmonalis, Pembuluh balik paru-paru.
298. Xilem : Jaringan pembuluh yang mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan.
299. Zigospora : Spora seksual pada Zygomycota dan juga digunakan sebagi istilah untuk spora yang dibentuk oleh zigot pada ganggang.
300. Zoospora : Spora berflagel (spora kembara) yang dapat bergerak.


Darklight

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons