cbox

Open Cbox

Senin, 06 Agustus 2012

apakah kita bisa seperti dirinya????

Sehari yang lalu, saya melihat sebuah video tentang seorang pelari yang ikut olimpiade, dan ketika lomba dimulai, ia pun berlari dan ketika mendekati garis finis, kakinya kram dan ia tidak bisa melanjutkan lomba, namun ia tidak menyerah, dengan tertatih ia kembali melanjutkan lari, dan ketika itu, ayahnya memasuki lapangan dan memandunya untuk mencapai garis finis,, ketika ia sampai garis finis, saya hampir menangis.
Memiliki sebuah keinginan yang besar tidaklah menjadi menjadi sebuah hal yang mustahil untuk didapatkan, meskipun itu membutuhkan waktu, pikiran, dan tenaga yang super besar untuk mendapatkannya. Bermimpi dan mencoba untuk meraih impian itu adalah hal yang penting dan tidak bisa dipisahkan dalam merealisasikan tujuan yang ingin dicapai.
Tidak mudah bagi seseorang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, berbagai rintangan dan kesulitan adalah hal yang pasti untuk dihadapi, tapi ini bukan hal yang mustahil, asalkan dia terus belajar untuk mencoba, optimis, dan terus berusaha. Hingga tiba waktu untuk membuktikan hasil dari usahanya selama ini untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan ketika ia berhasil mewujudkan mimpi-mimpi itu, maka ia sepantasnya disebut seorang pemenang
Menjadi pemenang tidak selalu harus bisa mengalahkan orang lain dan memiliki kelebihan diatas rata-rata dan kelebihan diatas lawan yang dihadapi. Seperti halnya dengan seorang pelari yang bertarung dengan lawan-lawannya menuju garis finis. Ketika ia sampai ke garis finis, maka ia mejadi pemenang dan menjadi orang yang hebat, semua orang pun mengakuinya.
Namun dibalik itu semua, kemampuan untuk mengalahkan diri sendiri merupakan suatu kemenangan pula. Kemengan melawan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah merupakan suatu kemengan yang manis, bukan saja kemenangan melawan dirinya tapi juga mampu memenangkan hati orang lain.
Ada banyak poin penting yang bisa kita ambil dari video ini seperti kemauan yang keras dengan tidak mudah berputus asa. Bisa saja ketika ia sudah jatuh (ia megalami kram kaki ketika berlomba), ia tidak bangun lagi dan menyerah karena kemungkinannya untuk memangkan lomba itu hampir mustahil, tapi tidak, ia tidak menyerah, targetnya sudah jelas yaitu menyelesaikan lomba apapun resikonya, ia tidak menyerah tapi tetap berusaha mewujudkan mimpinya walau ia telah jatuh, disini saya ingat sebuah kalimat “tidak penting berapa kali kamu jatuh, yang penting adalah berapa kali kamu bangkit setelah kamu jatuh”, dan sang pelari itupun membuktikan dirinya.
Dan disinilah letak pentingnya seorang yang mampu memberi motivasi, seorang yang mampu memberi topangan dan sandaran bahunya untuk membantu ketika kita jatuh, memang ini hal yang kecil bahkan hanya dengan tepukan lembut di bahu merupakan suatu tindakan yang kecil dan remeh, tapi bagi seseorang yang membutuhkan bantuan dan motivasi, ini adalah sesuatu hal yang besar dan sangat berarti. Seorang yang akan jatuh seperti sebuah telur diujung tanduk, sangat rapuh dan mudah jatuh dan dengan sedikit bantuan untuk menopangnya, ia akan menjadi kuat. Seperti halnya dengan video tersebut, pertandingan atau kompetisi itu mungkin sudah berakhir, tapi kompetisi dengn dirinya sendiri baru dimulai, dan ia memulainya dengan susah dan sulit bahkan dengan berbagai tekanan dihatinya, namun ia tetap berkompetisi dengan dirinya, dan datanglah seorang motivator itu, ayahnya, yang memberikan bahunya kepada anaknya untuk bertopang dan bersama-sama menyelesaikan kompetisi tersebut. Ya, mungkin itu hal yang kecil bagi orang lain tapi bagi pelari itu, itu adalah hal yang besar.
Ia mungkin menahan sakit yang sangat dengan kakinya dan impiannya, impiannya untuk memenangkan kompetisi itu mungkin sudah selesai, tapi ia baru saja memenangkan sebuah kompetisi baru, yang lebih berat dari kompetisi lari, yaitu kompetisi dngan dirinya sendiri.
Dan ia baru saja memenangkannya.
Mungkin ada diantara kita sedang mengalami kejadian seperti pelari itu, ada sebuah hambatan besar yang hampir mustahil untuk dihadapi, walau kondisinya tidak seperti pelari itu. tapi apakah kondisinya lebih parah dari pelari? Karena pelari itu menghadapi masalah yang sangat berat ketika ditonton oleh orang-orang banyak.
Jika pelari itu mampu mengatasinya, maka ada pluang pula bagi orang lain yang menghadapi masalah untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dan memenangkan kompetisi dengan dirinya sendiri.
Karena yang penting adalah ketidak mauan menyerah dan tetap mesang target pribadi bahwa “aku harus menang”.

Sabtu, 05 Mei 2012

surga dibawah telapak kaki ibu

ummi..maafkan anak mu in ya ummi..

 surga dibawah telapak kaki ibu 1


surga dibawah telapak kaki ibu  2

kisah habil & khobil


  • kisah habil & khobil 1




















  • kisah habil & khobil 2
   

















  • kisah habil & khobil 3

  


















  • kisah habil & khobil 4

 













  • kisah habil & khobil 5


Bumi kita Semakin Hari semakin bertambah parah kerusakannya, Perlu kesadaran dari kita semua untuk mengurangi laju kerusakan Bumi kita, kita bisa menikmati udara segar, air yang bersih adalah bukti keberhasilan orang dulu dalam merawat dan menjaga lingkungan...
"Bagaimana Dengan Kita???"
apakah generasi yang akan datang dapat juga menikmati udara segar seperti kita, untuk itu mari bersama - sama kita rawat bumi kita, ajari anak dari sekarang untuk mencintai lingkungan

untuk calon isteriku

Rasulullah S.A.W pernah bersabda, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita."

Sebuah Renungan Bagi Para Remaja (Kita)


sayangi ibunda yah selagi mumpung beliau ini msih hidup coba k-lo nanti ude
ga ada lg...wah nyesel bgt tuh yg ada...coz kita blon sempet berbakti serta
membalas budi baik beliau selama beliau masih hidup tuh...yg ada mah kita
bandel aja k-lo di blangin dan slalu membantah mulu. termasuk saya sendiri sih

Ya Rasulullah... layakkah kami menjadi umatmu?

ya rasulullah ..
kekasih allah yang kami sanjungi ..
kau telah lama pergi meninggalkan kami ..
namun,peninggalanmu memberi kesan yang cukup mendalam dalam hati hati kami ..
ya rasulullah ..
kau meninggalkan al quran untuk menjadi panduan kami...
ya rasulullah .
kau meninggalkan sunnahmu untuk menjadi rujukan kami ..
ya rasulullah ..
kau meninggalkan akhlakmu untuk kami contohi ..
ya rasulullah ..
kau meninggalkan sahabat sahabatmu untuk kami ikuti ..
ya rasulullah ..
kau meninggalkan pewarismu,para ulamak untuk kami pelajari ..
ya rasulullah ..
kami amat menyanjung tinggi betapa hebatnya kerajaan islam yang dibina umatmu dahulu ..
ya rasulullah ..
kami menyanjung tinggi betapa luasnya empayar islam yang pernah dibina umatmu dahulu ..
ya rasulullah ..
kami menyanjung tinggi betapa hebatnya keberanian sahabat sahabatmu melawan musuh tanpa gentar..
ya rasulullah ..
namun segala galanya telah ditengelami zaman..
ya rasulullah
umatmu kini menderita dan sengsara,dianiayai oleh umatmu sendiri ..
ya rasulullah
umatmu kini hanya mampu melihat penderitaan mereka..
ya rasulullah
alangkah malunya jika engkau melihat apa yang umatmu sedang lakukan ini
kami terlampau sibuk mengejar cita cita dan impian 
kami terlampau sibuk mengejar seberapa banyak harta yang mampu dikaut
kami terlampau sibuk mengejar cinta dan hawa nafsu
kami terlampau sibuk mengejar cinta yang tiada kepastian

kami tak terdaya melindungi kaum muslimahmu,yang terhimpit dengan sifat jahiliyah yang pernah engkau perangi dahulu

hanyut dalam permodenan hidup..

obses dengan hiburan yang melampau ..terlalu asyik dengan berhala moden yang kami pujai ..
ya rasulullah ..
kami benar benar bagaikan buih buih dilautan seperti yang pernah engkau katakan dahulu ..
ya rasulullah ..
kami benar benar berdusta dengan risalah pertunjuk yang dibawamu ..
ya rasulullah ..
kami berasa sangat malu untuk bertemu denganmu kelak ..
ya rasulullah ..
kasih sayangmu kepada kami tak termampu untuk dibalas ..
ya rasulullah ..
layakkah kami menjadi umatmu ?

Kisah ini sungguh indah, cobalah jangan menangis



re-upload from facebook video, all credits goes to setiawan handoyo who made this video
may all of us feel blessed everyday. Thanks God.

Kalo kalian bisa menerima video ini dan bisa merasakan apa yang ingin disampaikan Puji Tuhan.
kalau kalian merasa ini salah jadi berdoalah kepada Tuhan kalian maka engkau akan mendapatkan jawabannya jika kalian berkelahi dan saling mengolok-olok maka Tuhan tidak akan senang dengan apa yang kalian lakukan.



Allah SWT juga akan membenci anda sekalian jika kalian saling berkelahi dan saling membunuh


Jumat, 04 Mei 2012

Hidupmu adalah pilihanmu







Renungkan berbagai kekurangan kita dalam beribadah kepada Allah SWT, baik dalam muamalah kepada sesama ataupun berbagai aspek lain dalam hidup kita. Jangan malu menuliskan kekurangan kita.Azzamkan/ teguhkan dalam diri kita bahwa kita akan menjalankan solusi-solusi untuk memperbaiki kekurangan itu.

Perbanyak ibadah dan ketaatan pada Allah SWT dengan terus berdo'a agar memperbaiki diri kita dan meneguhkan semua ikhtiar kita dalam menuju ridho-Nya. Jika gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, dan terus bangkit. jangan sampai kita menyerah karena menyerah berarti lari dari rahmat Allah SWT.

Semoga dengan muhasabah yang baik kita akan menjadi hamba-Nya yang makin mendekat kepada-Nya, mendekat pada syafaat Rasulullah SAW dan pada akhirnya, mendekat pada surga-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Amin.

Kamis, 03 Mei 2012

Iman Kepada Allah

semoga tayangan yg saya temukan di youtube ini bisa membuat kita lebih memahami tentang Iman kepada ALLAH

 

Nabi Isa AS

assalamualaikum wr. wb
akhii wa ukhti waktu saya jalan-jalan di youtube eh tiba-tiba ketemu sama video ini , video ini menceritakan tentang Nabi Isa AS ,susah di jelasinnya panajang-panjang jadi nonton sendiri aja deh, eh iya maaf soal judulnya


selamat menonton :)



Rabu, 02 Mei 2012

DOWNLOAD

 ini adalah daftar-daftar yang bisa anda download di blog ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua
  • artikel

  1. Sejarah Jihad di Bosnia
  2. AS akan membuat drone baru bertenaga nuklir 
  •  presentasi

  1.  kerajaan mataram kuno
  2. Sejarah internet topologi latihan 
  • Video

  1. art
  2. Renungan untuk Aktivis Dakwah 

Senin, 27 Februari 2012

Renungan untuk aktivis dakwah

akhii wa ukhti waktu saya jalan-jalan di youtube eh tiba-tiba ketemu sama video ini ,semoga bisa menyentuh hati para sahabat-sahabat aktivis Dakwah dan makin semangat di jalan ini walaupun letih tubuh di dalam perjalanan,atau saat hujan dan badai merasuki badan,namun jiwa harus terus bertahan
karna perjalanan masih panjang .keep istiqomah
jika ingin mendownload video ini bisa mengunakan youtube downloader atau silahkan download di link ini Renungan untuk aktivis dakwah






Rabu, 22 Februari 2012

SHALAWAT NARIYAH



Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:"Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman. Taman 'ala sayyidina Muhammadiladzitanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro 'ibuwa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa 'ala aalihi washosbihi fii kullilamhatin wa hafasim bi'adadi kulli ma'luu mi laka ya robbal 'aalamiin" 
Artinya:"Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitandapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dansemua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang muliahujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiapdetik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialahShalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yangmumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabisshalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di sampingmendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membacashalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia...Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapatmemecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an- Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan diaakan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebutdalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalianmembicarakan dan juga dibicarakan, amalamal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahuamal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Haditsriwayat al-Hafizh Ismail alQadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkandalam kitab Majma' az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalahdoa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhkusehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imaman-Nawawi, dan sanadnya shahih).

untuk mendengar silahkan download
 SHALAWAT NARIYAH









Jumat, 18 November 2011

HAFSHOH binti 'UMAR -radhiallaahu 'anha-




Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.
Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih  muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang ketika itu masih berumur 18 tahun.
Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali.
Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan. Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang dideritanya.
Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: "Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul  tentang kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam seraya berkata:
"Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu 'anha-red)"
Wajah Umar bin Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil berkata "janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam; seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshoh binti Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.
Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar) yang berkata: "Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya".
Hafshoh dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril" (Q.S. at-Tahrim: 4).
Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril 'alaihissalam yang mana dia berkata:
  "Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu  di surga".
Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama.
Hafshoh radhiallaahu 'anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta'at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan 'aqidahnya yang utuh.
Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan.
Hafshoh wafat pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu 'anhu setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di surga.


Asma` Binti Yazid Bin Sakan




Beliau adalah Asma` binti Yazid bin Sakan bin Rafi` bin Imri`il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyysh, al-Ausiyyah al-Asyhaliyah.
Beliau adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dien yang bagus dan ahli argumen, sehingga beliau menjuliki sebagai “juru bicara wanita”.
Diantara keistimewaan yang dimiliki oleh Asma` adalah kepekaan inderanya dan kejelian perasaannya serta kehalusan hatinya. Selebihnya dalam segala sifat sebagaimana yang dimiliki oleh wanita-wanita Islam yang lain yang telah lulus dari madrasah nubuwwah yakni tidak terlalu lunak (manja) dalam berbicara, tidak merasa hina, tidak mau dianiaya dan dihina, bahkan beliau adalah seorang wanita yang pemberani, tegar dan mujahidah. Beliau menjadi contoh yang baik dalam banyak medan peperangan.
Asma` mendatangi Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam pada tahun pertama hijrah dan beliau belum berbai`at kepadanya dengan bai`at Islam. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam membai`at para wanita dengan ayat  yang tersebut dalam surat al-Mumtahanah. Yaitu firman Allah :
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akn membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q,.s. al-Mumtahanah:12).
Bai`at dari Asma` binti Yazid adalah untuk jujur dan ikhlas, sebagaimana
yang disebutkan riwayatnya dalam kitab-kitab sirah bahwa Asma` mengenakan dua gelang emas yang besar, maka Nabi SAW bersabda :
“Tanggalkanlah kedua gelangmu wahai Asma`, tidakkah kamu takut jika Allah mengenakan gelang kepadamu dengan gelang dari api neraka?”
Maka segerahlah beliau tanpa ragu-ragu dan tanpa komentar untuk mengikuti perintah Rasululah shallallâhu 'alaihi wa sallam, maka beliau melepaskannya dan meletakkannya di depan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Setelah itu Asma` aktif untuk mendengar hadist Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang mulia dan beliau bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan ia faham dalam urusan dien. Beliau pulalah yang bertanya kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara thaharah bagi wanita yang selesai haidh. Beliau memiliki kepribadian yang kuat dan tidak malu menanyakan sesuatu yang haq. Oleh karena itulah Ibnu Abdil Barr berkata: “Beliau adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus diennya”.
Beliau dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan –persoalan yang mereka hadapi. Pada suatu ketika Asma` mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan bertanya : “Wahai Rasulullah , sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslmah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Ta`ala mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepadamu dan membai`atmu. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat melampiaskan syahwat mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, akan tetapi kaum lelaki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat jum`at, mengantar jenazah dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?
Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda : “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang dien yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”.
Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!”
Kemudian Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kembalilah wahai Asma` dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah seorang diantara mereka kepada suaminya, dan meminta keridhaan suaminya, mengikuti (patuh terhadap) apa yang ia disetujuinya, itu semua setimpal dengan seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki”.
Maka kembalilah Asma` sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa disabdakan Rasuslullah shallallâhu 'alaihi wa sallam.
Dalam dada Asma` terbetik keinginan yang kuat untuk ikut andil dalam berjihad, hanya saja kondisi  ketika itu tidak memungkinkan untuk merealisasikannya. Akan tetapi setelah tahun 13 Hijriyah setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam hingga perang Yarmuk beliau menyertainya dengan gagah berani.
Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidâyah wa an-Nihâyah, beliau membicarakan tentang perjuangan mujahidin mukminin. Beliau berkata: “Mereka berperang dengan perang besar-besaran hingga para wanita turut berperang di belakang mereka dengan gagah berani”.
Dalam bagian lain beliau berkata: “Para wanita menghadang mujahidin yang lari dari berkecamuknya perang dan memukul mereka dengan kayu  dan melempari mereka dengan batu. Adapun Khaulah binti Tsa`labah berkata:
Wahai kalian yang lari dari wanita yang bertakwa
Tidak akan kalian lihat tawanan
Tidak pula perlindungan
Tidak juga keridhaan
Beliau juga berkata dalam bagian lain: “Pada hari itu kaum muslimah berperang dan berhasil membunuh banyak tentara Romawi, akan tetapi mereka memukul kaum muslimin yang lari dari kancah peperangan hingga mereka kembali untuk berperang”.
Dalam perang yang besar ini, Asma binti Yazid menyertai kaum muslumin bersama wanita mukminat yang lain berada di belakang para Mujahidin mencurahkan segala kemampuan dengan membantu mempersiapkan senjata, memberikan minum bagi para mujahidin dan mengobati yang terluka diantara mereka serta memompa semangat juang kaum muslimin.
Akan tetapi manakala berkecamuknya perang, manakala suasana panas membara dan mata menjadi merah, ketika itu Asma` lupa bahwa dirinya adalah seorang wanita. Beliau hanya ingat bahwa dirinya adalah muslimah, mukminah dan mampu berjihad dengan mencurahkan dengan segenap kemampuan dan kesungguhannya. Hanya beliau tidak mendapatkan apa-apa yang di depannya melainkan sebatang tiang kemah, maka beliau membawanya dan berbaur dengan barisan kaum muslimin. Beliau memukul musuh-musuh Allah ke kanan ke kiri hingga dapat membunuh sembilan orang tentara Romawi, sebagaimana yang dikisahkan oleh Imam Ibnu Hajar tentang beliau: “Dialah Asma` binti  Yazid bin Sakan yang menyertai perang Yarmuk, ketika itu beliau membunuh sembilan tentara Romawi dengan tiang kemah, kemudian beliau masih hidup selama beberapa tahun setelah peperangan tersebut.
Asma` keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena beliau wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan kepada umat.
Semoga Allah merahmati Asma` binti Yazid bin Sakan dan memuliakan dengan hadis yang telah beliau riwayatkan bagi kita, dan dengan pengorbanan yang telah beliau usahakn, dan telah beramal dengan sesuatu yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam mencurahkan segala kemampuan dan susah demi memperjuangkan al-Haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya bagi Allah.
(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN, Hal. 172-176)


Darklight

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons